Responsive Ads Here

December 04, 2008

Tukul Kembali Mengalir di Bukan Empat Mata

Falsafah mengalir bagai air, benar-benar dipegang teguh Tukul Arwana. Buktinya, meski acara Empat Mata yang ia bawakan dihentikan sementara penayangannya, pria kelahiran Semarang 16 Oktober 1963 itu, mengaku tak mempersoalkannya.

Begitu pun, ketika acara ini dilanjutkan, meski dengan nama yang berbeda, pria berkumis lele ini, tak serta merta sesumbar atau berlebihan meluapkan kegembiaraan. Ia bersikap biasa saja. Hanya bersyukur, itulah yang dilakukannya.

“Pokoknya, mengalir saja. Semuanya, yang ngatur Tuhan,” tandasnya usai konperensi pers Program Baru Desember 2008 Trans7, di Jakarta, Jumat (28/11).

Meski demikian, sebagai seorang pekerja seni, Tukul mengaku tetap akan bersikap profesional. Artinya, bapak dua orang anak, itu tetap akan berakting maksimal. Dan soal peringatan yang diberikan oleh Komisi Penyiaran Indonesia beberapa waktu lalu, pemilik nama asli Tukul Riyanto, ini menganggap sebagai sebuah pebelajaran. “Saya ini hanya seorang komedian. Tentu kalau ada masukan seperti itu terima kasih, yang penting saya bisa belajar dari pengalaman,” tuturnya.

Malah, menurut Tukul, penghentian sementara Empat Mata, justeru membawa berkah terselubung bagi dirinya, karena ia bisa libur merenggangkan kepenatan dari padatnya jadwal kerja. Tapi, bukan berarti pemilik sebuah rumah produksi, Ojo Lali Entertainment, itu menganggur sama sekali selama kurun waktu penghentian tersebut. Sejumlah kegiatan syting untuk sinetron masih dilakoninya. “Ya termasuk pemotretan. Maklumlah sebagai cover boy,” tandasnya sembari tertawa.

Sementara itu, Kepala Divisi Programming Trans7, Herty Purba menandaskan, kini pihaknya bersikap hati-hati dalam menyajikan tayangan. "Sebisa mungkin kami akan bermain di ranah yang aman-aman saja. Kami juga menyadari program baru ini bisa saja akan diawasi secara ketat oleh Komisi Penyiaran Indonesia," ungkapnya.

Herty juga menyebut, Bukan Empat Mata yang dibawakan oleh Tukul dan kawan-kawan dan mulai tayang awal Desember mendatang itu, bukanlah Empat Mata. Meski tema yang diangkat memiliki kesamaan, yaitu tentang kehidupan masyarakat sehari-hari dan dibawakan secara ringan oleh Tukul dan kawan-kawan. “Tapi yang pasti, Bukan Empat Mata tidak akan berkurang kualitasnya,” tambahnya.

Sumber Berita tempo.co.id

No comments: